GeneralLifestyleTravel

6 Kota Wisata Bagi Para Pecinta Buku

posted by MiFTiD 23 Mei 2016
6 Kota Wisata Bagi Para Pecinta Buku

Tempat wisata buku mungkin tidak sepopuler tempat wisata yang bertema alam, kuliner ataupun kebudayaan. Namun bagi para pecinta buku, tempat wisata yang paling cocok adalah yang banyak bukunya, atau lebih tepatnya banyak memiliki toko buku. Toko buku memang pasti ada di setiap kota di dunia ini, namun kota yang memiliki toko buku dengan jumlah yang banyak tentu jarang ditemui.

Seperti di Indonesia sendiri yang bisa dibilang toko buku masih merupakan toko yang sangat jarang ditemukan. Paling-paling hanya toko buku Gramedia yang terdapat di salah satu mall besarnya saja.

Namun berbeda dengan beberapa kota di negara-negara ini. Mereka tidak hanya mengandalkan toko buku besar saja sebagai pusat jual beli buku, namun toko buku yang berskala kecil pun sering diserbu oleh para turis asing. Tidak hanya itu, kegiatan yang berkaitan dengan buku seperti perilisan buku terbaru, meet and greet dengan penulis tertentu menjadi agenda wajib yang rutin dilakukan.

Jadi, jika Anda merasa sebagai pecinta buku maka wajib untuk mendatangi tempat wisata buku berikut sebagai surganya para pecinta buku :

1. Bredevoort, Belanda

Sebuah kota tua yang masih sangat asri dengan pemandangan rumput hijau dan danaunya. Menikmati membaca buku di tempat tenang seperti ini pasti sangat mengasyikkan. Namun bukan karena suasana tenangnya yang menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat wisata buku, namun karena banyaknya toko buku yang tersebar di Bredevoort ini.

Sejak tahun 1993 kota yang kebanyakan bangunannya masih berbentuk ala abad pertengahan ini sudah berubah menjadi kota buku dengan dibangunnya lebih dari 20 toko buku. Kebanyakan memang masih menjual buku bekas dan antic. Namun jangan salah, kegiatan sastra di kota ini sangat hidup dan rutin dilakukan karena berguna pula sebagai penunjang perekonomian kota Bredevoort.

2. Wigtown, Skotlandia

Jauh sebelum menjadi tempat wisata buku, kota ini memiliki industri penyulingan. Namun industri tersebut mengalami kemunduran dan bangkrut sehingga banyak penduduknya yang pergi dari kota tersebut. Namun pada tahun 1998 Wigtown diresmikan menjadi kota buku dengan lebih dari 20 toko buku yang berdiri. Ada banyak jenis koleksi buku yang bisa Anda dapatkan di sini dengan mudah.

Nah, jika Anda ingin lebih beruntung, sebaiknya datang ke kota ini di bulan Mei. Karena di awal bulan tersebut diadakan Wigtown Spring Book Weekend yang merupakan festival musim semi bagi para pecinta buku.

3. Hay On Wye, Wales

Merupakan kota kecil di Wales, Inggris yang penduduknya kebanyakan adalah pecinta dan kolektor buku. Karena itu kota ini disebut sebagai kota buku. Awalnya di tahun 1961, Richard Booth mempelopori dengan membuka toko buku bekas di stasiun. Langkah ini diikuti oleh beberapa penduduk lain yang membuat toko buku di Hay On Wye jumlahnya pun semakin berkembang.

Hingga saat ini banyak turis yang berkunjung, sekitar 500 ribu turis setiap tahun, untuk melakukan wisata literatur atau berburu buku antik. Setiap tahun pula di kota ini diadakan Hay Literature Festival di mana ribuan penulis, penerbit dan pecinta buku dari seluruh dunia berkumpul di kota tersebut.

4. Redu, Belgia

Klaim sejarah menyatakan kota Redu sebagai kota buku pertama di daratan Eropa. Sudah memiliki sekitar 23 toko buku sejak tahun 1984 kota ini berdiri. Sebagai tempat wisata buku kota ini memiliki berbagai jenis koleksi buku, tidak hanya yang baru bahkan buku bekas dan antik pun bisa dicari di sini. Hampir 200 ribu wisatawan selalu berkunjung ke kota ini setiap tahunnya, padahal penduduk kota Redu hanya berjumlah 400 jiwa.

Asal mula Redu menjadi kota buku adalah ketika seorang warganya bernama Noel Anselot yang terinspirasi untuk mengundang seluruh penjual buku datang ke kota tersebut setelah ia melakukan perjalanan ke kota Hay On Wye di tahun 1979. Dan sejak itulah toko buku di kota ini terus berkembang.

5. Jimbocho, Jepang

Di wilayah Asia sendiri juga terdapat sebuah kota yang cocok sebagai tempat wisata buku. Jimbocho dijuluki sebagai Hon No Machi atau kota buku karena ada lebih 180 toko buku yang tersebar. Ada berbagai jenis koleksi buku yang dijual di toko-toko tersebut, mulai dari buku baru hingga buku bekas atau antik.

Karena menjadi lokasi pusat literature, di kota ini juga banyak berkembang komunitas pecinta buku atau sastra yang sering berdiskusi atau sekedar berkumpul. Jika Anda ingin merasakan surga buku dengan cita rasa Asia, maka sebaiknya masukkan kota Jimbocho dalam list liburan Anda.

6. Hobart, New York

Dibanding dengan kota buku lainnya, kota Hobart di New York ini memang terbilang yang paling sedikit jumlah toko bukunya. Ada sekitar 6 toko buku yang beroperasi di kota yang hanya memiliki penduduk 440 jiwa ini. Awalnya kota Hobart memang merupakan kota mati yang banyak ditinggalkan penduduknya.

Di tahun 1999 seorang warga setempat membuat usaha restoran. Dan karena tempat itu begitu sepi, Don Dales, warga di kota itu berinisiatif untuk membeli toko baru dan menyulapnya menjadi toko buku. Toko buku tersebut sukses dan berkembang jumlahnya sehingga membuat perekonomian di kota tersebut bangkit. Terutama dengan banyaknya wisatawan yang datang untuk mencari buku kegemaran mereka. Terdapat pula festival buku yang sering diadakan sebagai tanda Hobart sebagai tempat wisata buku yang cukup menarik.

You may also like

Leave a Comment