TeknologiTips

5 Kebiasaan Salah yang Harus dihindari saat Mengisi Daya Baterai Smartphone

posted by MiFTiD 19 Mei 2016
5 Kesalahan saat charging Ponsel

Smartphone atau telepon pintar menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Hampir setiap orang memiliki smartphone dengan seri maupun merek terkemuka yang ada. Bahkan sampai dapat dikatakan hampir setiap detik seseorang tidak dapat terlepas dari smartphone. Beberapa seri smartphone jika sering digunakan, maka daya baterai semakin lama akan semakin berkurang. Begitu juga jika dalam smartphone Anda memiliki banyak aplikasi. Daya baterai smartphone cepat untuk meminta diisi kembali. Ketika baterai smartphone Anda sudah menunjukkan tanda-tanda agar diisi daya alias di-charge, charge smartphone dengan benar. Selain itu, pastikan lima kebiasaan salah berikut ini harus dihindari.

1. Mengisi Daya Baterai Smartphone dalam Keadaan Kosong

Jika selama ini Anda masih membiarkan baterai smartphone benar-benar drop, mulai sekarang harus dihindari. Mengisi daya baterai pada smartphone dalam keadaan kosong akan membuat baterai cepat rusak. Selain itu, ketika baterai dalam keadaan kosong, menunjukkan sel baterai samrtphone Anda perlu waktu untuk dibangunkan dengan segera. Jika Anda terlalu lama membiarkan baterai yang sudah tidak mampu dihidupkan lagi untuk diisi daya, membuat kemampuan isi ulang dari daya baterai berlangsung lama. Sebab baterai smartphone Anda mengalami kemunduran daya serap saat diisi daya kembali. Jadi, lebih baik Anda harus segera mengisi daya baterai smartphone sebelum mencapai daya 30-40%.

2. Mengisi Daya Baterai Smartphone Semalam Suntuk

Tidak terasa karena saking asyiknya update status atau membalas pesan dari teman, waktu sudah malam. Saatnya Anda istirahat dan melihat daya baterai smartphone ternyata minta untuk diisi. Dapat dipastikan masih banyak orang yang melakukan kebiasaan seperti ini. Mengisi daya baterai smartphone semalam suntuk. Padahal pengisian daya baterai hingga penuh hanya memakan waktu sekitar lima sampai enam jam. Namun, jika Anda terbiasa membiarkan lebih dari waktu pengisian, yang terjadi dapat fatal. Jika model baterai smartphone tidak memiliki daya pemutus aliran listrik ketika sudah terisi penuh, maka membuat kondisi baterai menjadi panas. Dalam keadaan terus diisi tentu panas tersebut dapat membuat baterai smartphone memuai bahkan meledak. Namun, bukan berarti bagi Anda yang memiliki smartphone dengan kemampuan daya baterai yang dapat memutus aliran listrik ketika baterai sudah terisi penuh lalu membiarkan semalam suntuk. Anda tetap harus charge smartphone dengan benar. Jika sudah mengantuk dan kapasitas daya baterai smartphone harus diisi, lebih baik matikan dahulu, isilah daya baterai di pagi harinya.

3. Mengisi Daya Baterai Smartphone Sambil Menggunakannya

Asyiknya bermain game melalui smartphone membuat baterai cepat minta untuk diisi. Kebanyakan orang memang akan langsung mengisi daya baterai smartphone tersebut. Sayangnya, karena seperti ketagihan ingin terus memainkan game di smartphone, maka meskipun dalam keadaan diisi, Anda tetap menggunakannya. Padahal baik itu bermain game, membalas pesan, menggunakan aplikasi apapun di smartphone selama sedang pengisian daya baterai, merupakan kebiasaan yang tidak dibenarkan. Sebab akan membuat daya baterai smartphone membutuhkan waktu lama sampai penuh kembali. Selain itu, fatalnya lagi jika menjadi kebiasaan akan membuat kondisi baterai smartphone Anda mengalami kebocoran.

4. Mengisi Daya Baterai dengan Meletakkannya di Atas Alas Empuk

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki kebiasaan meletakkan smartphone masih dalam proses pengisian daya baterai di atas kasur? Kebiasaan tersebut termasuk kebiasaan yang salah. Perlu diketahui, smartphone yang diletakkan di atas alas empuk seperti kasur, kursi, bantal, akan membuat baterai dalam kondisi cepat panas. Jika tidak segera Anda pindah di atas meja, maka tidak hanya baterai yang cepat rusak, namun juga smartphone.

5. Mengisi Daya Baterai dan Mencabutnya Sebelum Kondisi Penuh

Kebiasaan salah dalam mengisi daya baterai ini terjadi pada orang yang terburu-buru, atau tidak sabar ingin menggunakan smartphone mereka kembali. Kapasitas baterai yang diisi belum menunjukkan angka 100%, namun Anda sudah cabut dan menggunakannya untuk berbagai hal yang berkaitan dengan aplikasi di dalam smartphone. Ketika baterai smartphone sering dicabut sebelum kondisi penuh, maka berisiko membuat daya baterai lebih cepat drop. Dan yang lebih parah adalah waktu pengisian daya baterai sampai penuh membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, ada juga baterai smartphone yang karena terbiasa dicabut sebelum kondisi penuh, ketika diisi kembali, hanya perlu waktu singkat. Sayangnya, kapasitas daya baterai tersebut tidak benar-benar penuh alias baterai smartphone mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Baterai smartphone termasuk komponen yang rentan rusak. Apalagi ketika Anda terbiasa mengisi daya baterai dengan lima kebiasaan salah di atas. Sehingga sedapat mungkin, Anda harus dapat merawatnya dengan baik. Mengalami kendala sedikit saja dapat berisiko pada kerusakan yang lain. Seperti ketika daya baterai smartphone sudah menurun bahkan baterai menggelembung, maka dapat membuat body smartphone ikut rusak karena tertekan baterai yang menggelembung tersebut. Jadi, jika Anda ingin agar baterai smartphone tidak membawa risiko kerusakan, charge smartphone dengan benar.

You may also like

2 Comments

Anon 19 Mei 2016 at 5:12 pm

gak ada yg bener ternyata selama ini :v

Reply
Ramdan 20 Mei 2016 at 1:22 am

Banyak yg salah pernyataannya gan.. . 🙁

Reply

Leave a Comment